• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

Jumat, 23 Agustus 2024

LAPORAN PENGEMBANGAN DAN MODIFIKASI RESEP PANGSIT TAHU oleh Monica lemuela Christanto dan Widya Ratri Hernanda Putri

 



A.    Pendahuluan

Sisa makanan merupakan jumlah makanan yang tidak dimakan setelah makanan disajikan. Sisa makanan pasien dapat menjadi salah satu indikator dalam mengevaluasi keberhasilan pelayanan gizi rumah sakit. Timbulnya sisa makanan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi status klinis dan patofisiologi penyakit seperti perubahan nafsu makan, perubahan rasa, gangguan menelan, stres, dan lama pengobatan. Faktor eksternal meliputi kualitas makanan, seperti rasa, aroma, ukuran porsi, tekstur, variasi menu, dan kebersihan peralatan.(1)

Berdasarkan hasil visual comstock ditemukan bahwa lauk nabati merupakan makanan yang memiliki sisa cukup tinggi selain sayur. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya variasi menu lauk nabati, misalnya pengulangan menu lauk nabati seperti olahan tempe/tahu dalam beberapa hari masa perawatan membuat pasien bosan dan enggan untuk mengkonsumsinya.(2) Lauk nabati membantu dalam memenuhi gizi harian yang diperlukan sehingga jika bersisa maka nutrisi pasien tidak akan terpenuhi. Oleh karena itu, perlu adanya modifikasi resep lauk nabati agar terlihat lebih menarik dan bervariasi sehingga pasien tidak bosan dan cenderung menghabiskannya.

 

B.     Resep Masakan Lama

Menu Tahu Krispi

  1. Standar Resep Menu Lama

a.      Deskripsi Produk

                  Tahu krispi merupakan olahan makanan yang terbuat dari bahan dasar tahu dengan campuran bumbu untuk menghasilkan rasa yang lezat. Ciri khas tahu krispi yaitu memiliki tekstur luar yang renyah. Hal ini karena tahu dilumuri dengan tepung agar menciptakan sensasi renyah di saat memakannya. Tahu ini diolah dengan cara digoreng menggunakan teknik deep frying.

 

 

 

 

b.      Bahan (100 Porsi)

Tabel 1. Bahan Tahu krispi

No

Bahan

Berat/100 porsi (g)

1

Tahu

2500

2

Telur ayam

125

3

Bumbu dasar ketumbar

 

Bawang putih

35

Ketumbar

3

Maseko

2

Air

22

4

Tepung krispi

 

Tepung beras

400

Bawang putih bubuk

5

Kunyit bubuk

2

Soda kue

5

Maseko

9

5

Minyak goreng

1500

 

c.       Prosedur Pembuatan

1.      Mempersiapkan tahu sesuai dengan kebutuhan 100 porsi

2.      Memarinasi tahu dengan 20 g standar bumbu ketumbar sembari mempersiapkan adonan tepung

3.      Mempersiapkan adonan tepung dengan mencampurkan 900 g standar tepung krispi, 120 g standar bumbu ketumbar, 900 mL air, dan 2 butir telur ayam hingga merata

4.      Memasukkan tahu ke dalam adonan tepung

5.      Memanaskan minyak kelapa sawit dengan api sedang

6.      Memasukkan tahu yang telah dilumuri oleh tepung ke dalam minyak yang telah panas

7.      Menunggu tahu krispi hingga naik ke permukaan

8.      Memisahkan tahu krispi yang sudah setengah matang dan membaliknya

9.      Menggoreng tahu krispi hingga coklat keemasan pada setiap sisinya

10.  Meniriskan tahu krispi yang telah matang

11.  Tahu krispi siap disajikan

d.      Foto Makanan

 

Gambar 1. Foto Tahu krispi

 

  1. Analisis Nilai Gizi

Tabel 2. Nilai Gizi Tahu Krispi

Bahan Makanan

Jumlah

(gr)

Energi

(kkal)

Protein

(gr)

Lemak

(gr)

Karbohidrat

(gr)

Tahu

25

19

2

1,2

0,5

Telur ayam

1,25

1,9

0,2

0,1

0

Tepung beras

4

14,4

0,3

0

3,2

Minyak kelapa sawit

0,5

4,3

0

0,5

0

Total

39,7

2,5

1,9

3,7

 

 

 

C.    Modifikasi Resep

  1. Standar Resep Menu Baru

a.      Bahan (100 Porsi)

Tabel 3. Bahan Pangsit Tahu

No

Bahan

Berat/100 porsi (g)

1

Tahu

2000

2

Jamur kuping

200

3

Onclang seledri

100

4

Wortel

500

5

Telur ayam

375

6

Kulit pangsit

500

7

Bumbu dasar merica

(100 g)

Bawang putih

60

Merica

3

Maseko

3

Air

34

 

b.      Cara Pembuatan

1)      Mempersiapkan adonan berupa,

a)      Tahu yang telah dihancurkan

b)      Wortel yang telah diparut

c)      Jamur kuping dan onclang seledri yang telah diiris halus

d)      Bumbu dasar putih

e)      Bumbu dasar merica

2)      Mencampurkan tahu, wortel, onclang seledri, jamur kuping, telur ayam, bumbu dasar putih, bumbu dasar merica, dan garam hingga merata

3)      Menipiskan kulit pangsit yang akan dipakai

4)      Mengisi kulit pangsit dengan adonan

5)      Melipat kulit pangsit menjadi berbentuk segitiga

6)      Menggoreng pangsit tahu hingga coklat keemasan

 

c.       Foto Makanan

 

Gambar 2. Pangsit Tahu

  1. Analisis Nilai Gizi

Tabel 4. Nilai Gizi Pangsit Tahu

Bahan Makanan

Jumlah

(gr)

Energi

(kkal)

Protein

(gr)

Lemak

(gr)

Karbohidrat

(gr)

Tahu

20

15,2

1,6

1

0,4

Jamur kuping

2

0,4

0,1

0

0

Daun bawang

1

0,2

0

0

0,1

Wortel

5

1,3

0

0

0,2

Telur ayam

3,75

5,8

0,5

0,4

0

Kulit pangsit

5

14,6

0,5

0,1

2,9

Minyak kelapa sawit

0,74

6,4

0

0,7

0

Total

43,9

2,7

2,2

3,6

 

D.    Evaluasi Modifikasi Resep

Tabel 5. Perbandingan Total Zat Gizi Menu Lama dan Menu Modifikasi

No

Zat Gizi

Tahu krispi

Pangsit tahu

1

Energi (kkal)

39,7

43,9

2

Protein (gr)

2,5

2,7

3

Lemak (gr)

1,9

2,2

4

Karbohidrat (gr)

3,7

3,6

 

Tabel 6. Perhitungan Biaya

Makan-an

Bahan Makanan

BDD (%)

BB (g)

BK (g)

Harga satuan/ kg

Total Harga

Harga/ 100 porsi

Harga/ porsi

Harga +10% bumbu

Selisih harga

Tahu krispi

Tahu

100

2500

2500

Rp36.500

Rp91.250

Rp101.960

Rp1.020

Rp1.122

Rp235

Tepung beras

100

400

400

Rp11.000

Rp4.400

Telur

89

125

140,4

Rp34.000

Rp4.775

Minyak kelapa sawit

100

50

50

Rp30.700

Rp1.535

Pangsit tahu

Tahu

100

2000

2000

Rp36.500

Rp73.000

Rp123.331

Rp1.233

Rp1.357

Jamur kuping

100

200

200

Rp90.000

Rp18.000

Onclang seledri

67

100

149

Rp15.900

Rp2.373

Wortel

100

500

500

Rp20.800

Rp10.400

Telur ayam

89

375

421

Rp34.000

Rp14.326

Minyak kelapa sawit

100

74

74

Rp30.700

Rp2.272

Kulit pangsit

100

74

74

Rp40.000

Rp2.960

 

Tabel 7. Hasil Uji Organoleptik

No

Panelis

Warna

Aroma

Tekstur

Rasa

1

SF

3

3

3

2

2

AM

3

4

4

3

3

M

3

3

3

3

4

X

2

3

3

2

5

AP

3

3

3

2

6

AR

3

3

3

2

7

Y

3

3

3

3

8

A

3

3

3

3

9

TM

3

3

3

3

10

S

2

2

3

1

Rata-rata

2.8

3

3.1

2.4

 

Points scored

Gambar 3. Hasil Uji Organoleptik

Karakteristik sensori pada suatu produk pangan merupakan salah satu hal yang penting untuk daya terima makanan pada pasien, Tentunya pasien akan memperhatikan warna, aroma, tekstur, dan rasa dari makanan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan uji organoleptik menggunakan uji hedonik. Uji hedonik merupakan salah satu uji sensori yang berguna untuk mengetahui kualitas dan tingkat kesukaan dari suatu produk. Uji hedonik diberikan kepada ahli gizi di RSUD dr. H. Soewondo Kendal berjumlah 10 orang dan skala berupa tidak suka dengan skor 0, kurang suka, suka, dan sangat suka.3

Berdasarkan hasil uji hedonik pada 10 panelis, didapatkan hasil rata-rata penilaian warna 2,8 dari 4; aroma 3 dari 4; tekstur 3,1 dari 4; dan rasa 2,4 dari 4. Terdapat beberapa masukan dan komentar dari panelis seperti,

1.      Warna yang kurang merata, dimana kulit pangsit masih kurang cokelat, namun isian tahu terlihat sudah cukup gelap

2.      Aroma dari pangsit tahu sudah baik, dan tidak berbau mentah

3.      Tekstur kulit baik, namun pangsit kurang krispi dikarenakan sudah dingin

4.      Rasa dan komposisi tahu kurang dominan, kurang asin, dan tajam

           

 

E.     Pembahasan

Tabel 8. Kelebihan dan Kekurangan Menu Lama dan Menu Modifikasi

No

Indikator

Tahu Krispi

Pangsit Tahu

Keterangan

1

Nilai gizi

Sesuai standar diet

Sesuai standar diet

Nilai gizi tahu krispi dan pangsit tahu serupa sehingga menu baru dapat menggantikan menu lama

2

Harga

Lebih murah

Lebih mahal

Selisih harga Rp235

3

Waktu pemasakan

Lebih cepat

Lebih lama

Pembuatan menu lama lebih simple, namun tidak terlalu berbeda jauh

4

Variasi makanan

Kurang

Baik

Pangsit tahu lebih jarang ditemukan dibandingkan

 

Dalam proses pembuatan pangsit tahu terdapat beberapa kendala. Dalam proses persiapan terdapat kendala pada beberapa peralatan seperti, pisau yang ada dan digunakan kurang tajam sehingga dalam mencincang jamur kuping dan daun onclang seledri belum terlalu halus, salah dalam menggunakan ukuran grater sehingga hasil parutan wortel terlalu halus dan tidak mencapai tekstur yang diinginkan. Selain itu, pada proses persiapan adonan tahu yang selesai dicampurkan telah dicoba dan cukup asin, namun setelah digoreng dan dingin, rasa asin berkurang jauh dari saat masih menjadi adonan. Sementara itu, pada proses pemasakan, terdapat kendala berupa pangsir yang dibuat telah didiamkan terlalu lama sehingga suhu ruang yang panas, lembab, dan isian adonan yang basah menyebabkan kulit pangsit menjadi lembek. Hal tersebut mempengaruhi proses penggorengan yang menjadi cukup lama dalam memisahkan tiap pangsit dan mempengaruhi pula tekstur akhir dari pangsit tahu menjadi kurang krispi. Selain itu, penyesuaian suhu dan api kompor juga perlu menjadi perhatian dikarenakan isian tahu yang terlihat dari luar lebih cepat matang dan kecoklatan daripada bagian kulit pangsit sehingga saat mematangkan pangsit, isian tahu memiliki warna yang lebih gelap dan kecoklatan. Selain itu, dalam hasil pelaksanaan, adonan yang memiliki tekstur basah menyebabkan pangsit yang telah krispi berubah tekstur menjadi lebih lunak.

Berdasarkan hasil uji organoleptik, beberapa panelis merasa kurang suka dengan pangsit tahu ini karena rasa kurang tajam sehingga kurang dapat dirasa di lidah. Panelis merasa makanan ini cocok untuk pasien yang membutuhkan diet rendah garam. Penggunaan bumbu pada makanan secara langsung menentukan ciri khas makanan, sehingga berpengaruh pada cita rasa masakan. Sehingga diperlukan penambahan standar bumbu merica dan garam bagi orang dengan kondisi normal tanpa perlu penambahan garam. Kesesuaian suhu makanan memegang peranan penting dalam menentukan cita rasa makanan dan selera makan seseorang. Ketika makanan terlalu dingin maka rasa makanan akan cenderung lebih hambar dan ketika makanan disajikan pada kondisi panas maka kepekaan saraf pengecapan tidak dapat menerima.(4). Saat dilakukan uji organoleptik makanan disajikan dalam keadaan dingin karena proses plating yang cukup lama. Oleh karena itu, pangsit tahu dapat disajikan segera agar rasanya tetap terjaga.

Berdasarkan uji organoleptik, beberapa panelis merasa tampilan kurang menarik karena tampilan luar terlihat gosong dan bagian dalam masih basah. Hal ini disebabkan oleh isian tahu yang berada di bagian luar mengalami proses pematangan lebih dahulu dibandingkan yang bagian dalam. Semakin tinggi suhu yang digunakan dan semakin lama pemasakan maka nilai kecerahan semakin rendah atau semakin gelap. Reaksi Maillard yaitu reaksi antara gugus amino dari suatu asam amino bebas residu rantai peptida atau protein dengan gugus karbonil dari suatu karbohidrat apabila keduanya dipanaskan atau penyimpanan dalam waktu lama. Reaksi Maillard meningkat tajam pada suhu yang tinggi dan menyebabkan pencoklatan semakin cepat terjadi.(5) Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menutup pinggiran pangsit agar tahu tidak terlihat terlalu gosong. Selain itu, penggorengan dengan api kecil juga dapat meratakan proses pemasakan pangsit tahu.

Tahu putih memiliki citra rasa yang hambar dan memiliki aroma tahu yang khas. Namun, sebagian panelis merasa menyukai aroma pangsit tahu karena aroma khas dari tahu yang tidak enak tersebut menjadi tidak terasa. Penambahan bumbu dengan bawang putih membantu aroma tahu berubah menjadi aroma khas bawang putih. Ketika bawang putih dimemarkan atau dihaluskan, zat allicin yang sebenarnya tidak berbau akan terurai. Dengan dorongan enzim alinase, aliin terpecah menjadi alisin, ammonia, dan asam piruvat. Bau tajam alisin disebabkan karena kandungan zat belerang. Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang dalam alisin diterbangkan amonia ke udara, sebab amonia mudah menguap.(6)

Berdasarkan uji organoleptik, sebagian besar panelis menyukai tekstur renyah dari pangsit tahu. Namun beberapa panelis kurang suka tekstur pangsit tahu. Hal ini karena penilaian uji organoleptik dilakukan dengan jarak waktu yang cukup lama antara waktu matang dan penyajiannya. Sehingga tekstur krispi dari pangsit tahu sudah tidak ada. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut pangsit tahu dapat segera disajikan setelah matang agar tekstur renyah tidak menghilang. Selain itu, isian tahu dapat diperas terlebih dahulu agar tidak terlalu basah dan membuat kulit pangsit berair. Setelah isian tahu dimasukkan ke dalam pangsit, segera lipat membentuk segitiga dengan bagian pinggir tertutup dan goreng menggunakan minyak yang panas dan api kecil. Cara tersebut dapat membuat tekstur renyah pangsit lebih tahan lama setelah digoreng.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F.     Penutup

  1. Kesimpulan

Modifikasi dalam menu diperlukan untuk variasi makanan sehingga daya terima makanan dapat meningkat khususnya pada lauk nabati yang sering bersisa saat disajikan. Modifikasi berupa pangsit tahu dapat menjadi salah satu opsi modifikasi dengan nilai gizi yang mirip, selisih harga yang tidak terlalu jauh, tidak terlalu sering dijumpai dalam sehari-hari, dan waktu pemasakan tidak terlalu jauh dibandingkan dengan tahu krispi. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa perlu ditingkatkan kembali untuk rasa dan warna yang lebih baik dan menarik, namun untuk aroma dan tekstur dari pangsit tahu sudah baik.

 

  1. Saran

Beberapa tahap mulai dari persiapan hingga penyajian perlu dilakukan evaluasi agar dapat mengetahui kekurangan atau kesalahan dalam proses pembuatan pangsit tahu. Sehingga dalam proses pembuatan selanjutnya ditemukan resep dan cara pembuatan yang lebih terstandar dan karakteristik yang pas. Saran dan masukan dari para panelis juga dapat menjadi masukan agar kedepannya pangsit tahu dapat dibuat menyesuaikan preferensi dari sebagian besar orang.

 

 



G.    DAFTAR PUSTAKA

1.      Suriyantini NN, Gumala NMY, Padmiari IAE Gambaran Sisa Makanan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Karakteristik Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Jurnal Ilmu Gizi. 2019;9(3):147 - 154.

2.      Widyasari AL. Pengaruh modifikasi resep lauk nabati terhadap sisa makanan pasien diruang Rawat inap kelas III RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso di Kota Bondowoso. Darussalam Nutrition Journal. 2021 May 3;5(1):20-7.

3.      Tarwendah I. Studi Komparasi Atribut Sensoris dan Kesadaran Merek Produk Pangan. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2017;5(2).

4.      Tanuwijaya LK, Sembiring LG, Dini CY, Arfiani EP, Wani YA. Sisa makanan pasien rawat inap: analisis kualitatif. Indonesian Journal of Human Nutrition. 2018 Jun 30;5(1):51-61

5.      Nilasari OW, Susanto WH, Maligan JM. Pengaruh suhu dan lama pemasakan terhadap karakteristik lempok labu kuning (waluh). Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2017 Oct 27;5(3).

6.      Fitria CN, Setianti SN. Manfaat Air Seduhan Bawang Putih Terhadap Penurunan Hipertensi. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian. 2018 Nov 9;16(1):40-6.