• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

Kamis, 21 Maret 2024

TIPS MENJAGA POLA MAKAN SEHAT ALA AHLI GIZI

 


Sebagai seorang Ahli Gizi yang bekerja di Rumah Sakit sejak 2004, banyak sekali pengalaman saat bertemu pasien dengan berbagai macam keluhan. Kadang bertemu pasien yang menanyakan bagaimana prinsip penerapan makanan yang sehat dalam sehari-hari. Banyak sekali influncer yang mengupas terkait hal tersebut di soail media meskipun influencer tersebut tidak mempunyai ilmu tentang gizi. Selain harus berkonsultasi gizi dengan Ahli Gizi/ Dietisien, sebenarnya prinsip dasar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti prinsip gizi seimbang. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga pola makan sehat ala Ahli Gizi:

  1. 1.Buat Rencana Makanan: Buatlah rencana makanan mingguan untuk memastikan Anda memiliki pilihan makanan sehat yang tersedia setiap hari.

  1. 2.Sarapan Sehat: Jangan melewatkan sarapan. Sarapan sehat memberikan energi untuk memulai hari dan membantu mengontrol nafsu makan sepanjang hari.


  2. 3.Makan dalam Porsi Kecil: Bagi makanan Anda menjadi porsi kecil dan makanlah perlahan. Ini dapat membantu Anda merasa kenyang lebih cepat dan mencegah overeating.


  3. 4.Perhatikan Makanan Ringan: Pilih makanan ringan sehat seperti buah-buahan, yogurt rendah lemak, kacang-kacangan, atau sayuran dengan hummus sebagai alternatif yang lebih baik daripada camilan yang tinggi lemak dan gula.


  4. 5.Hindari Makanan Olahan: Batasi konsumsi makanan olahan dan kemasan yang tinggi gula tambahan, garam, dan lemak trans.


  5. 6.Minum Air Secukupnya: Pastikan Anda terhidrasi dengan baik dengan minum cukup air sepanjang hari. Jika Anda merasa haus, minumlah air bukan minuman manis atau berkafein.


  6. 7.Perbanyak Sayuran dan Buah-buahan: Makanlah berbagai jenis sayuran dan buah-buahan setiap hari untuk memastikan Anda mendapatkan serat, vitamin, dan mineral yang cukup.


  7. 8.Pilih Sumber Protein Sehat: Pilih sumber protein sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan kedelai. Protein memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh kita,


  8. 9.Batasi Gula dan Garam: Batasi konsumsi gula tambahan dan garam. Periksa label makanan dan pilih produk yang rendah gula dan garam.Gula yang disarankan untuk orang sehat adalah 4 sendok makan. Garam yang disarankan untukan orangs sehat adalah 1 sendok teh, sedangkan minyak atau lemak adalah 5 sendok makan yang bisa diperoleh dari minyak, mentega, margarin, gajih, lemak daging.


  9. 10.Makanan Berserat Tinggi: Makanlah makanan yang kaya serat seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sayuran hijau untuk menjaga pencernaan yang sehat.


  10. 11. Hindari Minuman Beralkohol dan Soda: Minuman beralkohol dan soda mengandung banyak kalori kosong. Pilihlah air mineral, teh herbal, atau minuman rendah kalori sebagai alternatif.


  11. 12.Jangan Berbelanja Lapar: Hindari berbelanja makanan ketika Anda lapar karena Anda cenderung memilih makanan yang kurang sehat.


  12. 13.Bersikap Fleksibel: Tak perlu keras pada diri sendiri. Sesekali, Anda bisa memberi diri sedikit kelonggaran untuk menikmati makanan favorit Anda.

Ingatlah bahwa kunci dari menjaga pola makan sehat adalah konsistensi dan kesadaran akan pilihan makanan yang Anda buat setiap hari.

CARA MEMBATASI MAKANAN TINGGI LEMAK



Sebagai seorang Ahli Gizi atau Dietisien tentu sering dihadapkan pada pasien yang menanyakan terkait makanan apa yang harus dihindari ketika ingin mengurangi asupan lemak. Selain upaya untuk mencegah kenaikan berat badan, juga untuk mencegah terjadinya kenaikan nilai profil lipid. Membatasi makanan tinggi lemak adalah langkah penting dalam menjaga pola makan yang sehat. Berikut adalah beberapa cara untuk membatasi konsumsi lemak:

  1. 1.Pilih Sumber Lemak Sehat: Fokus pada sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun. Ini mengandung lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung. Lemak jenis ini akan memberikan manfaat pada tubuh kita.


  2. 2. Kurangi Konsumsi Lemak Jenuh: Lemak jenuh, yang banyak ditemukan dalam daging berlemak, produk susu tinggi lemak, mentega, dan makanan olahan, harus dibatasi. Gantilah dengan pilihan yang lebih rendah lemak, seperti daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak atau non-fat, dan margarin tanpa lemak.


  3. 3. Batasi Konsumsi Lemak Trans: Hindari makanan yang mengandung lemak trans, seperti makanan cepat saji, camilan kemasan, margarin padat, dan makanan yang digoreng berkali-kali. Lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.


  4. 4. Perhatikan Label Makanan: Periksa label makanan untuk melihat berapa jumlah lemak total, lemak jenuh, dan lemak trans yang terkandung dalam produk. Pilih produk dengan kandungan lemak rendah.


  5. 5. Panggang, Rebus, atau Kukus: Saat memasak, pilih metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang, merebus, atau mengukus daripada menggoreng dengan banyak minyak.


  6. 6. Hindari Camilan Tinggi Lemak: Gantilah camilan tinggi lemak seperti keripik kentang goreng dan kue-kue dengan camilan sehat seperti kacang-kacangan panggang, buah segar, atau wortel baby.


  7. 7. Bersihkan Daging dari Lemak Berlebihan: Saat memasak daging, potong lemak berlebihan atau kulit yang dapat meningkatkan jumlah lemak dalam hidangan.


  8. 8. Beralih ke Produk Rendah Lemak atau Tanpa Lemak: Pilih produk makanan seperti susu rendah lemak atau non-fat, yogurt rendah lemak, dan keju rendah lemak untuk mengurangi asupan lemak.


  9. 9. Perhatikan Porsi: Meskipun sumber lemak sehat, konsumsi dalam jumlah besar tetap dapat meningkatkan asupan kalori. Pastikan untuk mengonsumsinya dalam porsi yang sesuai.

Dengan memperhatikan jenis dan jumlah lemak yang Anda konsumsi, Anda dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengontrol berat badan Anda. Tetaplah konsisten dalam memilih makanan rendah lemak dan seimbangkan dengan aktivitas fisik yang teratur.


Untuk konsultasi gizi terkait masalah gizi anda, maka konsultasi gizi ke Ahli Gizi/ Dietisien di sekitar anda adalah solusinya.

Hubungi :

Nutri Diet Center

Alamat: Jl. Pahlawan 1 Gg. Gunung Jati no.27 Kebondalem Kendal

Nomer telepon: 081325713642

TIPS MEMENUHI KEBUTUHAN CAIRAN SAAT PUASA

 


Memenuhi kebutuhan air selama bulan Ramadan, terutama saat berpuasa, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan tubuh Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga diri tetap terhidrasi selama bulan Ramadan:

  1. Minum Air Secukupnya saat Berbuka Puasa: Ketika waktu berbuka tiba, pastikan untuk segera minum air untuk mengganti cairan yang hilang selama puasa. Anda dapat memulai dengan beberapa teguk air, lalu melanjutkan dengan minuman lain seperti jus buah atau sup kaldu yang ringan.

  2. Hindari Minuman Berkafein atau Berkarbonasi: Minuman berkafein seperti kopi atau teh dan minuman berkarbonasi seperti soda dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena sifat diuretiknya. Lebih baik memilih air mineral atau jus buah segar.

  3. Jaga Keseimbangan Elektrolit: Selain air, penting juga untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Anda bisa mencoba minuman isotonik atau air kelapa yang mengandung elektrolit alami.

  4. Hindari Makanan dan Minuman Manis Berlebihan saat Berbuka: Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dapat menyebabkan kehausan lebih cepat selama puasa. Lebih baik pilih makanan yang seimbang dan minum air putih dengan cukup.

  5. Minum Air Sebelum dan Setelah Sahur: Usahakan untuk minum air putih setidaknya satu atau dua gelas sebelum memulai puasa pada waktu sahur. Hal ini dapat membantu tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa. Setelah sahur, pastikan untuk minum lebih banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan Anda sepanjang hari.

  6. Hindari Kegiatan yang Meningkatkan Dehidrasi: Selama puasa, hindari kegiatan yang dapat meningkatkan dehidrasi seperti berjemur terlalu lama di bawah sinar matahari atau melakukan aktivitas fisik berat tanpa minum yang cukup.

  7. Perhatikan Gejala Dehidrasi: Kenali gejala dehidrasi seperti mulut kering, sakit kepala, lemah, atau pusing. Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera minum air putih dan istirahat.

  8. Konsultasikan dengan Tenaga Kesehatan: Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani perawatan medis, bicarakan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan cairan Anda selama bulan Ramadan.

Ingatlah bahwa menjaga keseimbangan cairan tubuh sangat penting untuk kesehatan Anda selama bulan Ramadan. Dengan perencanaan yang tepat dan perhatian terhadap kebutuhan cairan tubuh, Anda dapat tetap sehat dan berenergi selama menjalani ibadah puasa.